laporan akhir modul 4
Nama : Rasya Julian Putra
No. BP : 2510952036
Tanggal Praktikum : 02/06-2026
Asisten : Rahmi Humira
Nabila Rahmazia Putri
1. RLC seri
1. RC Seri
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.2
b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :
- Xa = 100 ohm
- Xb = 100 ohm
- Xc = 10 uF
c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumpersesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RC
2. RLC Seri
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.4
b. Atur nilai beban R, L dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :
- Xa = 100 ohm
- Xb = L2 = 1 mH
- Xc = 10 uF
c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumpersesuai dengan bentuk
rangkaian yang sudah ada pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang
ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat
pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi
rangkaian RLC seri
3. RLC Paralel
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.5
b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana
pada kit modul, nilai :
- Xa = 100 ohm
- Xb = 100 ohm
- Xc = 100 ohm
c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai dengan bentuk
rangkaian yang sudah ada pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang
ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan,
catat pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi
rangkaian RLC paralel
1. Analisa pengaruh R,L, dan C terhadap sudut fasa!
.Jawab:
Dalam rangkaian arus bolak-balik (AC), sudut fasa () menunjukkan perbedaan waktu antara tegangan dan arus. Komponen R, L, dan C memberikan pengaruh berbeda:
Resistor (R):
Tegangan dan arus sefasa (tidak ada pergeseran fasa).
Sudut fasa = 0°.
Induktor (L):
Tegangan mendahului arus sebesar +90° dan arus tertinggal (lagging).
Reaktansi induktif: .
Kapasitor (C):
Arus mendahului tegangan sebesar -90°dan arus leading.
Reaktansi kapasitif: .
Rangkaian RLC Seri:
Sudut fasa ditentukan oleh selisih reaktansi induktif dan kapasitif:
Jika : rangkaian bersifat induktif → arus tertinggal.
Jika : rangkaian bersifat kapasitif → arus mendahului.
Jika : terjadi resonansi, sudut fasa = 0°, arus sefasa dengan tegangan.
2. Analisa Impedansi pada Rangkaian RC seri
Jawab:
Rangkaian RC seri terdiri dari sebuah resistor (R) dan kapasitor (C) yang dihubungkan berurutan pada sumber arus bolak-balik (AC). Impedansi total rangkaian merupakan gabungan antara resistansi dan reaktansi kapasitif. Secara matematis, impedansi dituliskan sebagai:
dengan reaktansi kapasitif:
Jika nilai R dan kecil, maka impedansi juga kecil sehingga arus yang mengalir menjadi besar. Sebaliknya, jika salah satu nilainya besar, maka impedansi meningkat dan arus yang melewati rangkaian menjadi lebih kecil.
3. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC seri
Jawab:
Pada rangkaian RLC seri, elemen resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) dialiri arus yang sama. Besarnya arus dipengaruhi oleh impedansi total. Impedansi pada rangkaian RLC merupakan gabungan antara resistansi, reaktansi induktif (), dan reaktansi kapasitif ().
Reaktansi induktif:
Reaktansi kapasitif:
Impedansi total:
Arus menjadi besar apabila nilai impedansi kecil. Hal ini terjadi ketika resistansi rendah dan selisih antara dan juga kecil. Kondisi khusus yang menghasilkan arus maksimum adalah resonansi, yaitu saat . Pada saat itu, impedansi hanya sebesar R, sehingga arus yang mengalir mencapai nilai maksimum.
Arus menjadi kecil apabila nilai impedansi besar. Hal ini terjadi ketika resistansi tinggi atau selisih antara dan sangat besar. Semakin besar perbedaan antara reaktansi induktif dan kapasitif, maka impedansi meningkat dan arus yang mengalir semakin kecil.
4. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC Paralel
Jawab:
Pada rangkaian RLC paralel, elemen resistor, kapasitor, dan induktor dipasang sejajar sehingga tegangan pada setiap cabang sama, tetapi arus yang mengalir berbeda sesuai sifat masing-masing komponen. Besar arus total dipengaruhi oleh nilai admitansi (kebalikan dari impedansi).
Resistor (R): arus sefasa dengan tegangan.
Induktor (L): arus tertinggal 90° terhadap tegangan, dengan reaktansi induktif:
Kapasitor (C): arus mendahului tegangan 90°, dengan reaktansi kapasitif:
Admitansi total dihitung dari gabungan konduktansi (R) dan susceptansi (L dan C):
dengan , , dan .
Impedansi total rangkaian paralel adalah:
Kondisi Arus:
Jika , rangkaian bersifat induktif → arus tertinggal.
Jika , rangkaian bersifat kapasitif → arus mendahului.
Jika , terjadi resonansi paralel, arus reaktif saling meniadakan sehingga arus total minimum dan rangkaian tampak resistif murni.
Laporan Akhir (link)
Video percobaan RC seri (link)
Video percobaan RLC seri (link)
Video percobaan RLC paralel (link)
Komentar
Posting Komentar