laporan akhir modul 4



1. Jurnal [Kembali]

Nama : Rasya Julian Putra

No. BP : 2510952036

Tanggal Praktikum : 02/06-2026

Asisten : Rahmi Humira

                Nabila Rahmazia Putri

1. RLC seri

Beban

V terukur

I terukur

V pada beban

Impedansi

Xa = 100 ohm

6.08 V0.25 x 10^-3 A1.355 V24.320 Ω

Xb = 100 ohm

6.08 V0.25 x 10^-3 A1.333 V24.320 Ω

Xc = 10 uF

       6.08 V0.25 x 10^-3 A5.35 V24.320 Ω

2. RLC Seri

Beban

V terukur

I terukur

V pada beban

Impedansi

Xa = 100 ohm

6.03 V0.29 x 10^-3 A1.511 V20.793 Ω

Xb = 22 mH

6.03 V0.29 x 10^-3 A0.009 V20.793 Ω

Xc = 10 uF

6.03 V0.29 x 10^-3 A5.82 V20.793 Ω

3. RLC Paralel

Beban

V terukur

I terukur

11

12

13

V pada beban

Impedansi

Xa = 100 ohm

4.96 V0.27 mA0.27 mA

    4.96 V24320 Ω

Xb = 22 mH

4.96 V0.23 mA
0.23 mA
    4.96 V20795 Ω

Xc = 10 uF

4.96 V0.21 mA

0.23 mA    4.96 V18370 Ω

2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. RC Seri

a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.2



b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :

- Xa = 100 ohm

- Xb = 100 ohm

- Xc = 10 uF

c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumpersesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit

d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan

e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal

f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal

g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal

h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RC


2. RLC Seri

a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.4



b. Atur nilai beban R, L dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :

- Xa = 100 ohm

- Xb = L2 = 1 mH

- Xc = 10 uF

c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumpersesuai dengan bentuk

rangkaian yang sudah ada pada module kit

d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang

ditentukan

e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal

f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat

pada jurnal

g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal

h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi

rangkaian RLC seri


3. RLC Paralel

a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.5



b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana

pada kit modul, nilai :

- Xa = 100 ohm

- Xb = 100 ohm

- Xc = 100 ohm

c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai dengan bentuk

rangkaian yang sudah ada pada module kit

d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang

ditentukan

e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal

f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan,

catat pada jurnal

g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal

h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi

rangkaian RLC paralel

3. Video Percobaan [Kembali]

1. Percobaan RC seri (link)
2. Percobaan RLC seri (link)
3.Percobaan RLC paralel (link)

4. Analisa[Kembali]

1. Analisa pengaruh R,L, dan C terhadap sudut fasa!

.Jawab:

Dalam rangkaian arus bolak-balik (AC), sudut fasa (θ) menunjukkan perbedaan waktu antara tegangan dan arus. Komponen R, L, dan C memberikan pengaruh berbeda:

  1. Resistor (R):

    • Tegangan dan arus sefasa (tidak ada pergeseran fasa).

    • Sudut fasa = 0°.

  2. Induktor (L):

    • Tegangan mendahului arus sebesar +90° dan arus tertinggal (lagging).

    • Reaktansi induktif: XL=ωL.

  3. Kapasitor (C):

    • Arus mendahului tegangan sebesar -90°dan arus leading.

    • Reaktansi kapasitif: XC=1ωC.

  4. Rangkaian RLC Seri:

    • Sudut fasa ditentukan oleh selisih reaktansi induktif dan kapasitif:

tanθ=XLXCR
  • Jika XL>XC: rangkaian bersifat induktif → arus tertinggal.

  • Jika XL<XC: rangkaian bersifat kapasitif → arus mendahului.

  • Jika XL=XC: terjadi resonansi, sudut fasa = 0°, arus sefasa dengan tegangan.


2. Analisa Impedansi pada Rangkaian RC seri

Jawab:

Rangkaian RC seri terdiri dari sebuah resistor (R) dan kapasitor (C) yang dihubungkan berurutan pada sumber arus bolak-balik (AC). Impedansi total rangkaian merupakan gabungan antara resistansi dan reaktansi kapasitif. Secara matematis, impedansi dituliskan sebagai:

Z=R2+XC2

dengan reaktansi kapasitif:

XC=1ωC=12πfC

Jika nilai R dan XC kecil, maka impedansi juga kecil sehingga arus yang mengalir menjadi besar. Sebaliknya, jika salah satu nilainya besar, maka impedansi meningkat dan arus yang melewati rangkaian menjadi lebih kecil.

3. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC seri

Jawab:

Pada rangkaian RLC seri, elemen resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) dialiri arus yang sama. Besarnya arus dipengaruhi oleh impedansi total. Impedansi pada rangkaian RLC merupakan gabungan antara resistansi, reaktansi induktif (XL), dan reaktansi kapasitif (XC).

Reaktansi induktif:

XL=ωL=2πfL

Reaktansi kapasitif:

XC=1ωC=12πfC

Impedansi total:

Z=R2+(XLXC)2

Arus menjadi besar apabila nilai impedansi kecil. Hal ini terjadi ketika resistansi rendah dan selisih antara XL dan XC juga kecil. Kondisi khusus yang menghasilkan arus maksimum adalah resonansi, yaitu saat XL=XC. Pada saat itu, impedansi hanya sebesar R, sehingga arus yang mengalir mencapai nilai maksimum.

Arus menjadi kecil apabila nilai impedansi besar. Hal ini terjadi ketika resistansi tinggi atau selisih antara XL dan XC sangat besar. Semakin besar perbedaan antara reaktansi induktif dan kapasitif, maka impedansi meningkat dan arus yang mengalir semakin kecil.

4. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC Paralel

Jawab:

Pada rangkaian RLC paralel, elemen resistor, kapasitor, dan induktor dipasang sejajar sehingga tegangan pada setiap cabang sama, tetapi arus yang mengalir berbeda sesuai sifat masing-masing komponen. Besar arus total dipengaruhi oleh nilai admitansi (kebalikan dari impedansi).

  • Resistor (R): arus sefasa dengan tegangan.

  • Induktor (L): arus tertinggal 90° terhadap tegangan, dengan reaktansi induktif:

XL=2πfL
  • Kapasitor (C): arus mendahului tegangan 90°, dengan reaktansi kapasitif:

XC=12πfC

Admitansi total dihitung dari gabungan konduktansi (R) dan susceptansi (L dan C):

Y=G2+(BL+BC)2

dengan G=1/R, BL=1/XL, dan BC=1/XC.

Impedansi total rangkaian paralel adalah:

Z=1Y

Kondisi Arus:

  • Jika XL>XC, rangkaian bersifat induktif → arus tertinggal.

  • Jika XL<XC, rangkaian bersifat kapasitif → arus mendahului.

  • Jika XL=XC, terjadi resonansi paralel, arus reaktif saling meniadakan sehingga arus total minimum dan rangkaian tampak resistif murni.

5. Download File[Kembali]

Laporan Akhir (link)

Video percobaan RC seri (link)

Video percobaan RLC seri (link)

Video percobaan RLC paralel (link)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

modul 3

TP modul 2