LAPRAK MODUL 2



1. Jurnal [Kembali]

1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Tegangan DC
Amplitudo Vpp Perioda Frekuensi
0,12 V - -

Tegangan AC
Amplitudo Vpp Perioda Frekuensi
3,8 V 99,80 μS 10,02 kHz

2. Membandingkan Frekuensi

Jenis Gelombang Frekuensi Oscilloscope Frekuensi Generator Fungsi
Sinusoidal 10,02 kHz 10 kHz
Triangle 10,02 kHz 10 kHz
Pulsa (Kotak) 10,02 kHz 10 kHz

3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

Perbandingan Frekuensi Frekuensi Generator A (fy) Frekuensi Generator B (fx) Gambar Lissajous
1 : 1 10 kHz 10 kHz

1 : 2 10 kHz 20 kHz

2 : 1 20 kHz 10 kHz


1 : 3 10 kHz 30 kHz


3 : 1 30 kHz 10 kHz

2 : 3 20 kHz 30 kHz

3 : 2 30 kHz 20 kHz

4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri

Beban Daya Terukur (Watt) V total I total Daya Terhitung (Watt)
1 Lampu 0,3009 0,25 0,2 0,05
2 Lampu 0,8807 0,8 0,2 0,16
3 Lampu 1,3288 0,3 0,2 0,06

5. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel

Beban Daya Terukur (Watt) V total I total Daya Terhitung (Watt)
1 Lampu 0,5629 1,8 0,29 0,522
2 Lampu 1,0782 1,8 0,29 0,432
3 Lampu 1,5579 1,8 0,29 0,522


2. Prinsip Kerja [Kembali]

Oscilloscope

1. Kalibrasi oscilloscope

a. Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul

berkas elektron

b. Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah

c. Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada

oscilloscope

d. Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.


2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Susun rangkaian seperti gambar berikut

  • Tegangan Searah
a. Atur output power supply sebesar 4 Volt
b. Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply
c. Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan
yang diukur oleh oscilloscope
  • Tegangan Bolak Balik
a. Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal,
dengan besar tegangan 4 Vp-p
b. Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope

3. Mengukur dan Mengamati Frequency

a. Susun rangkaian seperti gambar berikut

b. Hubungkan output dari function generator dengan input kanal
A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi
sinusoidal
c. Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah
frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator
d. Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan
frekuensi yang ditunjukan oleh function generator
e. Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan
gelombang pulsa

4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

a. Susun rangkaian seperti gambar berikut


b. Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih

kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B

c. Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan

sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B

d. Atur frekuensisinyal pada kanal A,sehingga diperoleh gambarsepertisalah

satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya.

Bacalah penunjukan frekuensi generator

e. Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam

bentuk gambar gelombang Lissajous

f. Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2

Pengukuran Daya

5. Mengukur Daya Satu Fasa



a. Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt
b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter
c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel
d. Catat penunjukan dari wattmeter

3. Video Percobaan [Kembali]

1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik (link)
2. Membandingkan Frekuensi (link)
3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous (link)
4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri (link)
5. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel (link)

4. Analisa[Kembali]

1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop digunakan?
Jawab: 
    Kalibrasi perlu dilakukan sebelum digunakan karena bertujuan memastikan hasil pengukuran sinyal listrik yang ditampilkan benar‑benar akurat dan sesuai kondisi sebenarnya. Dengan kalibrasi, maka nilai amplitudo, frekuensi, dan perioda yang muncul di layar tidak meleset dari nilai asli, sehingga analisis rangkaian menjadi lebih tepat. Tanpa kalibrasi, osiloskop bisa menampilkan data yang salah, misalnya tegangan terlihat lebih besar atau lebih kecil dari kenyataan, yang berisiko menimbulkan kesalahan perhitungan daya maupun desain rangkaian. Jadi, kalibrasi adalah langkah awal penting agar osiloskop bekerja secara konsisten, dapat dipercaya, dan hasil pengukuran bisa dipertanggungjawabkan.

2. Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitude, frekuensi dan perioda!
Jawab:
-Amplitudo 
Pada AC memiliki nilai amplitudo berubah-ubah, naik turun mengikuti bentuk gelombang (sinus, kotak, triangle, dll). Nilainya bisa positif dan negatif
Pada DC memiliki nilai amplitudo bernilai konstan, berupa garis lurus mendatar di layar osiloskop dan tidak berubah terhadap waktu.

-Frekuensi
Pada AC memiliki frekuensi (misalnya 50 Hz, 1kHz, dll) sesuai jumlah siklus perdetik. Frekuensi menentukkan seberapa cepat gelombang berulang.
Pada DC tidak memilki frekuensi, karena tidak ada perubahan siklus, frekuensi dianggap 0 Hz.

-Perioda 
Pada AC memilki perioda yang jelas, yaitu waktu yang dibutuhkan satu siklus penuh. Perioda berbanding terbalik dengan frekuensi (T=1/f)

3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi!
Jawab:
    1. Gelombang Sinus (Sine Wave)
    Memiliki bentuk gelombang yang halus, bentuk kurva naik turun simetris. Jarak siklus gelombang per detik (Hz). Generator fungsi memungkinkan frekuensi diatur sangat rendah (Hz) hingga tinggi (MHz). Digunakan untuk mempelajari respon terhadap sinyal AC

    2. Gelombang Triangle

    Garis naik turun linear membentuk segitiga, jumlah siklus naik turun perdetik, bisa diatur sesuai generator fungsi. Cocok untuk menguji respon rangkaian.

3. Gelombang pulsa (Pulse Wave)
    
    Memilki bentuk amplitudo yang terdiri dari dua level, pada umumnya HIGH (tegangan maksimum) dan LOW (tegangan minimum). Jumlah pulsa perdetik dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Digunakan sebagai sinyal clock atau tegangan pada rangkaian digital serta untuk melihat respon rangkaian terhadap input ON/OFF secara cepat. 

4. Gelombang gigi gergaji (sawtooth wave)
Memiliki bentuk amplitudo naik secara linear dan jatuh mendadak, membentuk pola mirip
gigi gergaji. Jumlah siklus naik-turun perdetik, bisa diatur sesuai generator fungsi. Dipakai dalam rangkaian kontrol dan modulasi

4. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri!
Jawab:
Beban Daya Terukur (Watt) Daya Terhitung (Watt)
1 Lampu 0,3009 0,05
2 Lampu 0,8807 0,16
3 Lampu 1,3288 0,06
Nilai daya terukur dan daya terhitung dalam percobaan tidak sama, bahkan berbeda cukup jauh. Hal ini terjadi karena adanya pengaruh faktor lain seperti kalibrasi alat, ketidakpastian instrumen, serta sifat beban lampu yang tidak ideal. Akibatnya, hasil pengukuran langsung tidak sepenuhnya sesuai dengan perhitungan teoritis.

5. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu parallel!
Jawab:
Beban Daya Terukur (Watt) Daya Terhitung (Watt)
1 Lampu 0,5629 0,522
2 Lampu 1,0782 0,432
3 Lampu 1,5579 0,522

Pada percobaan ini, nilai daya terukur dan daya terhitung menunjukkan selisih yang cukup besar. Perbedaan tersebut disebabkan pengaruh oleh faktor eksternal seperti ketidakpastian instrumen pengukuran, proses kalibrasi yang kurang sempurna, serta sifat beban lampu yang tidak ideal. Akibatnya, hasil pengukuran langsung tidak sepenuhnya sejalan dengan nilai perhitungan.

5. Download File[Kembali]

Download video Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik (link)

Membandingkan Frekuensi (link)

Frekuensi Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous (link)

Pengukuran Daya Beban Lampu Seri (link)

Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel (link)

Laporan Praktikum (disini)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

modul 3

TP modul 2